Opini yang lain: 10 Film pertama Indonesia

10 Film pertama Indonesia

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina & pribumi. Dalam film ini The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

9. Si Ronda (1930)
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. LOEPIAS (Director of Photography), & dibintangi oleh Bachtiar Efendy & Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

8. Si Tjonat (1929)
Produksi : Batavia Motion Picture
Produser : Jo Eng Sek, Nelson Wong
Sutradara : Nelson Wong
Skenario : FDJ Pangemanan
Pemain : Herman Sim, Ku Fung May, Lie A Tjip
Cerita dalam ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

7. Rampok Preanger (1929)

Sutradara: Nelson Wong
Produksi: Halimoen Film
Cerita: Wong bersaudara
Pemain: Ining resmini, MS Ferry
belum jelas cerita film ini menceritakan apa,
berikut sedikit tentang Ining resmini, pemain film ini
sumber: situs dokumentasi perfilman Indonesia milik pemerintah(perfilman.pnri.go.id) :
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II ia masih terus menyanyi dan sempat pila membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

6. Njai Dasima I, (1929)
Produksi : Tan's Film
Produser : Tan Koen yaw
Sutradara : Lie Tek Swie
Fotografi : A. Loepias
Pemain : N. Noerhani, Anah, Wim Lender, Momo
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an .
Nyai dasima seorang gadis berasal dari Kuripan, bogor, jawa barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. oleh sebab itu akhirnya ia pindah ke betawi/batavia . karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

5. Setangan Berloemoer darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian dibeberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

4. Resia Boroboedoer (1928)
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co. Dibintangi oleh Olive Young. Merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun tak ternilai yaitu guci berisi abu sang Budha Gautama.

3. Lily Van Java (1928)

Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java, diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Javamerupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu.
kisah Eulis atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.
sutradara: G. Kruger dan L. Heuveldorp
Artis: Martoana, Oemar.
Sinopsis: Diambil dari kisah legenda Jawa Barat, Lutung Kasarung.
Bonus
Darah dan Doa (1950), Film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia.
Darah dan Doa ialah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 MARET 1950 kemudian dirayakan sebagai HARI FILM NASIONAL.Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

Bilamana terdapat kesalahan dalam artikel ini mohon diralat, terima kasih.

39 comments:

  1. saya pernah nontong fiLm *si ronda* dan *nyai dasima*, keren banget tuh om Legenda masyarakat betawi tempo doeLoe.

    ReplyDelete
  2. Nyai dasima, filmnya bagus tuh, kalau nda salah waktu ikut nonton di Perpus Nasional.

    ReplyDelete
  3. blm satupun judul diatas yg prnh di tonton....
    cba tv sekarang ada yg menayangkannya lagi....
    skalian liat indonesia msa lampau.....

    ReplyDelete
  4. Wah ini dia film yg telah lama ndak diputar di tv.pa sudah terlupakan ya.
    Btw link segera aku pasang gan.
    Thanks

    ReplyDelete
  5. perfilman indonesia tenyata sudah ada sejak jaman kolonial ...

    pak liek jadi kepingin nonton yang judulnya "Resia Boroboedoer"

    ReplyDelete
  6. waaaah asik betul kalo bisa nonton ni semua
    darimana ya bisa nontonnya?
    aku belum pernah sama sekali nonton film-film di atas ntu, sepertinya seru, :D

    selamat hari selasa, buret..
    semoga hari ini menyenangkan :D

    ReplyDelete
  7. waahh..nice info ni..thanks for share...^_^

    ReplyDelete
  8. Berbicara tentang Film Indonesia, yang paling tidak pernah saya lupa adalah salah satu film Rano Karno yang berjudul Ranjau-Ranjau Cinta... Romantis banget film nya...hehhee
    Nice posting nih :)

    ReplyDelete
  9. menyisir film Indonesia lama seperti merunut benang merah sejarah... cieee.

    Aku ndiri pernah mantengin film 'Darah dan Doa' :)

    ReplyDelete
  10. Wah aku baru tau Sob....dari semuanya yg aku pernah denger cuma njai dasima dan itu pun aku belum pernah nonton.....klo ada d'share ya Sob.....(ngarep).....mana ada? udh langka kali...haha...

    ReplyDelete
  11. belum ada satu pun film tersebut yang aku tonton :D

    ReplyDelete
  12. wah penasaran pengen liat kaya apa yak film jaman dulu...

    ReplyDelete
  13. weeew, kereeen. itu bunga roos = bunga ros mawar ya ? kira" ini filmnya bs dicari dmn ya, mau nih aku filmnya

    ReplyDelete
  14. meLanjutkan cerita nyai dasima.
    Nyai Dasima berasaL dari desa Kahuripan, seteLah menikah dengan tuan Edward menetap di Curug Tangerang, kemudian pindah ke Pejambon. dikarunia anak bernama Nancy. bLa..bLa..bLa..
    kisah sedihnya Nyai Dasima meninggaL di bunuh oLeh Bang Puasa, seorang pembunuh bayaran dari Tanah Abang yang disewa oLeh Samiun.

    ReplyDelete
  15. Keren banget infonya Sob. Sayangnya, tidak ada satu pun yang saya pernah nonton :(

    Terima kasih komentarnya. Ngambil foto kupu2 susah banget, masih lebih banyak gagalnya. Yang satu ini berhasil, karena kupu2nya diam agak lama, ngga tau tuh kenapa...

    ReplyDelete
  16. busyet udah lama banget. Abah aku aja baru lahir waktu film nyai dasimah dibuat... he3x..... sekarang arsip film2 tersebut masih ada gak ya?

    ReplyDelete
  17. film kolot hehe sama kayak lina@happyfamily aku gag pernah nonton satu pun film itu :( "imagination and dreams to become a successful" bersilahturahmi :)

    ReplyDelete
  18. film njai dasima mantab tu bro...
    sukses slalu..

    ReplyDelete
  19. wah sama seperti sobat2 blogger yang laen taunya cuma nyai dasima..hehe

    ReplyDelete
  20. nice nih komplit bgt...
    thank y brad buat infonya....

    ReplyDelete
  21. Blogmu keren neh bos... unik bgt. br tau info kayak giniian. kalo org bule blng keep up the good work, bnr ga seh nulisnya?? weh2 slm knl oey dan ijinkan sy mendarat

    ReplyDelete
  22. Wah lengkap gan,, hehehe tapi ane nggak hobbi nonton film gan :) Film indonesia sekrang kurang bermutu menurut Q

    ReplyDelete
  23. wah cari vcdnya di lapak bajakan dah susah ya..? padahal suka tuh sama film film perjuangan lama. pernah nanya katanya tvri punya arsipnya, eh birokrasinya amit amit jabang bayi susahnya...

    ReplyDelete
  24. pengen banget nonton film'' tepo dulu...
    gak kayak sekarang tv penuh sinetron dan acara gosip...

    ReplyDelete
  25. selamat sore mas harry...
    moga sukses sllu ngeblognya...

    ReplyDelete
  26. Asslm,,,,

    Kunjungan Balik nih Sob,
    Thanks ya udah Berkunjung ke Rumahku...hehehe
    Rumahnya (Blognya...red) tambah oke aja,
    Gak bosen deh saya sempatkan untuk Datang ke Sini lagi..!!

    Sob saya punya Blog baru nih,
    Sempatkan untuk berkunjung ya, ini Rumah Baruku...
    http://obatjerawatalami.blogspot.com
    http://bajumuslimmuslimah.blogspot.com
    http://pakaianbajupengantin.blogspot.com


    Salam Blogger, Sukses Menjalin Silaturahmi....


    Wassalm,,,,

    ReplyDelete
  27. Saya ingin sekali melihat film-film Indonesia zaman dahulu seperti yang dipaparkan di atas. Tapi kenapa ya, tidak pernah ditayangkan di televisi? Kalaupun ada, film zaman dulu yang paling sering diputar hanya Dono Kasino Indro. Padahal saya penasaran dengan film-film lainnya.

    ReplyDelete
  28. Saya pengen cari tahu lebih dalam ttg film Lily Van Java, kira2 dimana carinya?
    thx

    ReplyDelete
  29. aku pernah denger film pertama Indonesia sebenarnya film yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Bali, aku juga udah sempat liat filmnya tapi lupa judulnya, ini juga film bisu(ya jelaslah..hehe)
    mungkin bisa dicari lagi biar bisa dikonfirmasi kebenarannya..

    ReplyDelete
  30. waaoww keren ya gan...
    ane kira film warkop.. :D
    Waloetz

    ReplyDelete
  31. wkwkwk film jadul banget banget :D

    ReplyDelete
  32. wkwkwk,, jadul kayak di atas ane

    ReplyDelete
  33. terima kasih gan infonya menarik sekali
    kami tungu post berikutnya :)

    ReplyDelete

Copyright © Opini yang lain Media Ranah Jaya